Tentang Kami

Pusat Pemberdayaan Perdesaan Institut Teknologi Bandung (P2D ITB) merupakan salah satu pusat unggulan yang berada di bawah naungan ITB. Pusat ini berfokus pada kajian dan implementasi pembangunan di wilayah perdesaan, dengan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Melalui kegiatan riset, pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat, P2D ITB berupaya mendorong transformasi desa menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Sejak berdiri, P2D ITB telah melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat di desa, mulai dari pengembangan teknologi tepat guna, pelatihan UMKM, pendampingan digitalisasi, hingga penguatan kelembagaan masyarakat desa. Beberapa kegiatan tersebut secara berkelanjutan dilaksanakan di desa binaan, seperti Desa Sukawijaya dan Desa Haurngombong, yang telah menjadi model implementasi pemberdayaan berbasis kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan ilmu dan jejaring global, P2D ITB juga telah menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk ENDINAMOSIS (Enhancing Innovation and Empowerment in Rural Areas). Konferensi ini menjadi wadah pertukaran gagasan, inovasi, dan praktik terbaik dalam pemberdayaan perdesaan dari berbagai negara dan disiplin ilmu.

Dengan semangat inovasi untuk desa, P2D ITB terus mengembangkan kemitraan strategis dan memperluas dampak kebermanfaatan ke berbagai wilayah di Indonesia.


VISI Pusat Pemberdayaan Perdesaan (P2D-ITB) : Menjadi Center of Excellence dalam pemberdayaan perdesaan melalui aplikasi teknologi dan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan di Indonesia.

MISI Pusat Pemberdayaan Perdesaan (P2D-ITB):

  1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan di Indonesia melalui berbagai aplikasi teknologi dan ilmu pengetahuan
  2. Meningkatkan peran perguruan tinggi (ITB) dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan
  3. Mengaplikasikan teknologi tepat guna dan pengetahuan yang dikembangkan perguruan tinggi (ITB) dalam memberdayakan potensi yang ada di perdesaan
  4. Menjadi wadah berkumpulnya para pakar (khususnya ITB) dalam aplikasi teknologi dan ilmu pengetahuan yang relevan untuk pemberdayaan perdesaan
  5. Menjadi salah satu pusat informasi dan knowledge management dalam pembangunan perdesaan di Indonesia